PRESIDEN PILIHAN ANAK

July 4, 2009

Siapa Capres/Cawapres favorit pilihan anak pada Pilpres 8 Juli 2009 nanti ? Sungguh pertanyaan yang bodoh ! Sama bodohnya jika kita bertanya; apakah ada Capres/Cawapres yang peduli pada anak-anak yang notabene merupakan masa depan bangsa ini. Karena jawabannya adalah Tidak Ada !

Sebagai politisi, ketiga kandidat Capres/Cawapres sekarang hanya peduli dengan Suara sebanyak mungkin untuk memenangkan pemilihan. Dan yang punya suara adalah mereka yang sudah bukan anak-anak lagi (17 Tahun keatas & atau sudah menikah). Jadi anak-anak sama sekali bukan issue penting untuk diurusi saat-saat sekarang ini. Suara, semata-mata suara. Lihatlah bagaimana para tim sukses kampanye kandidat Capres/Cawapres menghalalkan segala macam cara demi meraih suara (orang dewasa). Peduli pada mereka (anak-anak) yang belum berhak memberikan suaranya pada pemilihan sama saja membuang-buang waktu. Dari fenomena ini kita bisa belajar, bahwa para politisi hanya memikirkan cara untuk memenangkan pemilihan. Hal-hal lain diluar itu, semisal; bagaimana nasib rakyat kelak, bagaimana membayar janji-jnaji kampanye, bagaimana kondisi anak-anak dimasa mendatang, itu persoalan belakangan. Yang penting adalah Sekarang ! Dan sekarang itu = bagaimana memenangkan dulu pemilihan. Hanya itu, dan sesederhana itu.

Lihatlah bagaimana mereka memandang proses pemilihan pemimpin negara ini dengan sangat naif. Ada Capres yang mengasosiasikan dirinya dengan Indo Mie. Bisa dibayangkan jika Negara ini dipimpin oleh orang yang menjual dirinya sama seperti menjual sebungkus Indo Mie. Memangnya Rakyat Indonesia ini bodoh apa !? memangnya Rakyat Indonesia itu memilih sosok yang akan menentukan nasib mereka selama 5 tahun sama mudahnya dengan saat mereka memilih menentukan merek mie instant apa yang akan mereka santap hari ini ?

Ada juga presiden yang selalu meminta kita untuk Lebih Cepat, karena katanya itu Lebih Baik. Tapi tahukah dia kalau tidak semua yang cepat itu baik ? Misalnya pertumbuhan badan seseorang. Itu harus alami, tidak bisa dipercepat secara paksa dengan berbagai macam vitamin & asupan suplemen lainnya. Karena sesuatu yang tidak alami itu pasti akan berbahaya. Kenapa kita harus masuk SD dulu baru masuk SMP ? Karena disitu ada proses yang harus kita lewati. Meskipun itu memakan waktu yang lama, tetapi mutlak kita jalani, supaya kita bisa memetik pelajaran dalam ‘kelamaannya’.

Kemudian ada juga presiden yang mengatakan dirinyalah yang paling berpihak pada rakyat. Pro Rakyat, demikian iklan kampanyenya. Tapi dari daftar kekayaan yang diumumkan ketahuan kalau duitnya trilyunan, kayak Paman Gober :’) Bagaimana mungkin mereka dengan percaya dirinya mengklaim paling tahu akan nasib rakyat kecil yang miskin, kalau mereka sendiri tidak pernah hidup miskin !? Percayakah kita pada orang yang menjelaskan tentang Bulan sementara orang yang mengatakan itu sendiri tidak pernah ke Bulan ? Kalau memang dia berpihak pada rakyat kecil, kenapa tidak berikan saja semua uangnya itu pada anak-anak miskin yang hidup susah dibawah kolong jembatan yang tiap hari dilewatinya dengan Toyota Prado ? Toh uang trilyunan dia itu kelak nantinya tidak akan dibawa saat meninggal. Jadi apa gunanya duit banyak didunia kalau setelah meninggal tidak satu rupiah pun dibawa. Mumpung masih hidup, kita habiskan saja dengan menyumbang orang-orang susah :’)

Jadi, jika dicermati dari cara-cara mereka berkampanye, bisa dipastikan kalau para kandidat Capres/Cawapres itu hanya memikirkan masa sekarang. Sebuah ruang & waktu dimana mereka para orang dewasa ada dan hidup  Sementara masa depan (yang kelak akan dhuni oleh anak-anak dimasa sekarang) tak masuk dalam prioritas. Alasannya adalah, karena dimasa depan mereka sudah tidak ada lagi, jadi kenapa mesti dipikirkan :’)

Maka beruntunglah mereka yang masih punya sisa-sisa kemurnian jiwa kanak-kanak dalam hati kecil mereka. Kenapa ? Karena mereka sudah punya pilihan siapa Capres/Cawapres pilihan mereka kelak di Pilpres 8 Juli 2009 mendatang. Pilihan yang dimaksud adalah kembali pada jawaban diawal tulisan ini, yaitu; Tidak Ada !!!!!

Makassar, Juli 2009

Leave a Reply